Ramadhan Produktif Bersama RJI Jateng: Ngabubu-read Jurnal “Mengenali Ciri Questionable dan Predatory Journals”

Kamis, 12 Maret 2026 – Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Jawa Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan Ngabubu-read Jateng edisi ke-6 yang mengangkat tema “Mengenali Ciri Questionable & Predatory Journals.” Kegiatan ini dipandu langsung oleh Dr. Faizal Risdianto, S.S., M.Hum., dan dihadiri oleh 47 dosen serta pengelola jurnal dari berbagai institusi di Indonesia yang memiliki perhatian terhadap kualitas publikasi ilmiah.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para akademisi mengenai keberadaan jurnal questionable dan predatory yang semakin marak dalam ekosistem publikasi ilmiah. Dalam sesi pemaparannya, Faizal mengajak peserta untuk mendiskusikan berbagai karakteristik jurnal bermasalah tersebut, mulai dari praktik penerbitan yang tidak transparan, proses peer review yang tidak jelas, hingga indikasi manipulasi indeksasi yang kerap digunakan untuk menarik minat penulis.

Sebagai pengantar diskusi, Faizal memulai sesi dengan pertanyaan interaktif kepada peserta mengenai alasan mengapa basis data Scopus sering kali lebih dipromosikan dibandingkan Web of Science (WoS) dalam berbagai kebijakan publikasi akademik. Pertanyaan tersebut memantik diskusi menarik di antara peserta mengenai fenomena “glorifikasi” indeksasi tertentu dalam dunia akademik, sekaligus mengajak peserta untuk lebih kritis dalam memahami indikator kualitas jurnal ilmiah.

Lebih lanjut, Faizal juga memaparkan beberapa contoh jurnal yang terindikasi sebagai jurnal predator serta menjelaskan berbagai pola yang sering digunakan oleh penerbit predator, seperti pengiriman undangan publikasi secara massal melalui email, janji proses publikasi yang sangat cepat, hingga biaya publikasi yang tidak transparan.

Selain membahas jurnal predator, kegiatan ini juga menguraikan sejumlah ciri jurnal ilmiah bereputasi yang dapat dijadikan acuan bagi para penulis maupun pengelola jurnal. Beberapa indikator tersebut antara lain struktur artikel yang memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan, telah memiliki ISSN, menggunakan bahasa resmi PBB, memiliki versi penerbitan daring (online), dikelola secara profesional dengan sistem editorial yang jelas, memiliki dewan editor yang kompeten serta terindeks dalam berbagai basis data nasional maupun internasional.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait cara mengidentifikasi jurnal predator, strategi memilih jurnal yang kredibel untuk publikasi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pengelola jurnal untuk meningkatkan kualitas dan reputasi jurnal yang dikelola. Melalui kegiatan ini, Pengurus Daerah RJI Jawa Tengah berharap para dosen dan pengelola jurnal semakin memiliki literasi yang kuat dalam mengenali jurnal questionable maupun predatory, sehingga dapat menghindari praktik publikasi yang merugikan akademisi sekaligus mendorong terciptanya ekosistem publikasi ilmiah yang lebih transparan dan berkualitas di Indonesia.

RJI, Berbagi Giatkan Publikasi

Website: relawanjurnal.id

Tiktok: relawanjurnal.id

Instagram: relawanjurnal_id

Facebook: Relawan Jurnal Indonesia

YouTube: Channel RJI

WhatsApp: 08170240689

Twitter: relawanjurnalid

PSPI: pusatstudi_rji

Supervisi : supervisi_jurnal_rji

LSP : lsp_pie

RJI, Berbagi Giatkan Publikasi

Website: relawanjurnal.id

Tiktok: relawanjurnal.id

Instagram: relawanjurnal_id

Facebook: Relawan Jurnal Indonesia

YouTube: Channel RJI

WhatsApp: 08170240689

Twitter: relawanjurnalid

PSPI: pusatstudi_rji

Supervisi : supervisi_jurnal_rji

LSP : lsp_pie

Share:

On Key

Most Popular Posts