RJI Jatim Selenggarakan Tadarus Jurnal #2: Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 – Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia Jawa Timur (Pengda RJI Jatim) kembali menyelenggarakan kegiatan ramadhan produktif Sharing Session: Tadarus Jurnal. Mengangkat tema “Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah”, kegiatan ini dihadiri oleh 94 dosen dan pengelola jurnal dari berbagai institusi di Indonesia yang memiliki perhatian terhadap peningkatan kualitas dan tata kelola jurnal ilmiah.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Mubaidi Sulaeman, M.Ag., yang memfasilitasi jalannya diskusi sekaligus berbagi wawasan terkait berbagai langkah strategis yang perlu dipersiapkan oleh pengelola jurnal dalam menghadapi proses akreditasi jurnal ilmiah. Dalam sesi pemaparan, Mubaidi menekankan pentingnya kesiapan teknis dan administratif agar jurnal dapat memenuhi standar yang ditetapkan dalam proses akreditasi.

Sebagai pengantar, Mubaidi kembali menguraikan sejumlah persyaratan dasar dalam persiapan akreditasi jurnal ilmiah. Beberapa di antaranya adalah jurnal telah memiliki E-ISSN, setiap artikel yang diterbitkan telah dilengkapi DOI, jurnal telah terbit secara konsisten minimal dua tahun berturut-turut, serta komposisi dewan editor yang berasal dari minimal dua lembaga yang berbeda. Persyaratan tersebut menjadi fondasi awal yang harus dipenuhi oleh pengelola jurnal sebelum mengajukan akreditasi.

Lebih lanjut, Mubaidi juga menjelaskan mengenai komponen penilaian dalam proses akreditasi yang terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu aspek manajemen jurnal dan substansi artikel. Pada aspek manajemen, penilaian mencakup beberapa indikator seperti penamaan jurnal ilmiah, kelembagaan penerbit, penyuntingan dan manajemen jurnal, tampilan jurnal, keberkalaan penerbitan, serta upaya penyebarluasan jurnal. Sementara itu, pada aspek substansi, penilaian difokuskan pada kualitas isi artikel ilmiah serta konsistensi gaya penulisan yang digunakan. Kegiatan ini juga membahas beberapa tahap pra-pengajuan akreditasi serta berbagai faktor yang kerap menjadi penyebab jurnal tidak lolos pada tahap desk evaluation. Beberapa di antaranya adalah penamaan jurnal yang tidak sesuai dengan akta pendirian, kesalahan dalam pencantuman ISSN, DOI artikel yang tidak aktif hingga penggunaan akun editor yang tidak sesuai dengan ketentuan sistem akreditasi jurnal.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang berkaitan dengan pengalaman pengelolaan jurnal di masing-masing institusi. Para peserta juga berbagi praktik baik serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kualitas penerbitan jurnal secara konsisten. Melalui kegiatan ini, Relawan Jurnal Indonesia berharap para pengelola jurnal dapat semakin memahami proses dan standar akreditasi jurnal ilmiah, sehingga mampu mempersiapkan jurnalnya secara lebih matang. 

RJI, Berbagi Giatkan Publikasi

Website: relawanjurnal.id

Tiktok: relawanjurnal.id

Instagram: relawanjurnal_id

Facebook: Relawan Jurnal Indonesia

YouTube: Channel RJI

WhatsApp: 08170240689

Twitter: relawanjurnalid

PSPI: pusatstudi_rji

Supervisi : supervisi_jurnal_rji

LSP : lsp_pie

RJI, Berbagi Giatkan Publikasi

Website: relawanjurnal.id

Tiktok: relawanjurnal.id

Instagram: relawanjurnal_id

Facebook: Relawan Jurnal Indonesia

YouTube: Channel RJI

WhatsApp: 08170240689

Twitter: relawanjurnalid

PSPI: pusatstudi_rji

Supervisi : supervisi_jurnal_rji

LSP : lsp_pie

Share:

On Key

Most Popular Posts