
Kamis, 11 Desember 2025 — Relawan Jurnal Indonesia (RJI) menyelenggarakan Simposium Nasional Pengelola Jurnal Ilmiah yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kegiatan ini dihadiri oleh ±200 peserta yang terdiri atas dosen serta pengelola jurnal dari berbagai institusi di Indonesia dan menjadi bagian penting dari rangkaian Training of Trainer (ToT) 5 RJI, yang bertujuan memperkuat kapasitas pengelola jurnal dalam menjaga kualitas, kredibilitas, serta etika publikasi ilmiah di tengah percepatan transformasi teknologi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis melalui penandatanganan kerja sama antara Relawan Jurnal Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan tata kelola jurnal ilmiah.
Simposium diawali dengan tiga sambutan pembuka, yakni Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep. (Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Dr. Indriati Amarini, S.H., M.Hum. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto), serta Dr. Arbain, M.Pd. (Ketua Pengurus Pusat Relawan Jurnal Indonesia). Dalam sambutannya, Arbain menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 25.000 jurnal ilmiah; namun, capaian kuantitas tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas tata kelola.
“Secara kuantitas jurnal di Indonesia sudah cukup banyak, tetapi RJI fokus pada peningkatan kualitas,” ujarnya.
Arbain juga menegaskan pentingnya integritas dalam pengelolaan jurnal, terlebih di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat memengaruhi cara penulis maupun pengelola bekerja. Menurutnya, integritas harus menjadi pijakan agar jurnal yang dikelola tidak hanya terbit secara rutin, tetapi juga memberi dampak ilmiah dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa RJI terus menjalankan berbagai program penguatan melalui pelatihan, pendampingan, serta edukasi rutin melalui Zoom, media sosial, dan workshop tatap muka di berbagai daerah.
“Ini untuk mengedukasi pengelola jurnal agar tetap berpegang pada prinsip integritas,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyambut baik kepercayaan RJI yang memilih UMP sebagai tuan rumah kegiatan. Ia menilai simposium nasional ini menjadi ruang strategis untuk mendorong peningkatan mutu pengelolaan jurnal secara berkelanjutan.
“Ini simposium tentang publikasi dengan tema yang sangat baik. Melalui kerja sama dengan RJI, kami membahas bagaimana jurnal di Indonesia dapat bertumbuh dari yang biasa menjadi bereputasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jurnal bereputasi merupakan penopang penting dalam dunia akademik. Selain menjadi media publikasi ilmiah, jurnal berdampak tinggi juga berperan dalam berbagai kebutuhan akademis, mulai dari pengajuan jabatan akademik hingga pemeringkatan internasional.
“Tanpa jurnal yang bereputasi, temuan ilmiah tidak akan dibaca oleh akademisi dunia,” tegasnya.
Selanjutnya, simposium menghadirkan tiga pemateri yang membahas isu-isu kunci pengelolaan jurnal dari perspektif penerbit, peran editor, hingga tantangan integritas publikasi di era Generative AI (GenAI).
Materi pertama disampaikan oleh Hendro Subagyo, M.Eng. (BRIN) dengan topik strategi penerbit jurnal dalam menjaga integritas publikasi ilmiah. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan pondasi untuk membangun kepercayaan, melindungi reputasi, memitigasi risiko pelanggaran, serta memperkuat dampak ilmiah. Dalam konteks pemanfaatan AI, Hendro menekankan perlunya kebijakan yang jelas, antara lain bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, namun tidak menggantikan pemikiran ilmiah; penggunaan AI perlu diungkapkan secara transparan; serta naskah atau data yang bersifat rahasia tidak boleh dimasukkan ke layanan AI eksternal tanpa persetujuan dan mekanisme perlindungan yang memadai.

Materi kedua dipaparkan oleh Prof. Dr. Ir. Kuswanto, MS. (Ketua HEBII) yang menyoroti peran editor sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu dan etika jurnal. Pemaparan mencakup pentingnya seleksi awal naskah (desk review), pengawalan proses peer review, pengambilan keputusan editorial secara objektif, hingga upaya memastikan perbaikan kualitas naskah sebelum publikasi. Kuswanto juga menegaskan bahwa penguasaan Open Journal Systems (OJS) oleh editor merupakan aspek penting agar alur kerja editorial berjalan efektif, tertib, dan terdokumentasi dengan baik. Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Kukuh Tejomurti, H., LL.M. (Ketua APJHI) melalui topik “Jurnal antara Digitalisasi, Integritas, dan Bisnis.” Dalam paparannya, ia menekankan berbagai tantangan publikasi di era digital, termasuk kebutuhan literasi dan penguasaan perangkat kerja, risiko plagiarisme serta AI-generated content, hingga ancaman praktik tidak etis seperti jurnal predator.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Program Pendampingan Jurnal Internasional (PANJI RJI) yang dibawakan oleh Dr. Busro, M.Ag. dan Dr. Kukuh Tejomurti, H., LL.M. Sesi berlangsung interaktif, dengan diskusi yang menyoroti berbagai kendala yang kerap dihadapi peserta dalam pengelolaan jurnal, termasuk tantangan peningkatan kualitas hingga proses menuju pengindeksan bereputasi internasional seperti SCOPUS. Sebagai penutup, para peserta dan narasumber melaksanakan sesi dokumentasi bersama, kemudian rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda Training of Trainer (ToT) 5 RJI pada hari berikutnya. Melalui penyelenggaraan simposium ini, Relawan Jurnal Indonesia berharap dapat terus berperan sebagai mitra strategis bagi perguruan tinggi dan pengelola jurnal dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia, melalui penguatan tata kelola, integritas dan profesionalisme yang berkelanjutan.
RJI Berbagi, Giatkan Publikasi
Website: relawanjurnal.id
Tiktok: relawanjurnal.id
Instagram: relawanjurnal_id
Facebook: Relawan Jurnal Indonesia
YouTube: Channel RJI
WhatsApp: 08170240689
Twitter: relawanjurnalid
PSPI: pusatstudi_rji
Supervisi : supervisi_jurnal_rji
LSP : lsp_pie



