Open Journal System (OJS) merupakan sistem pengaturan dan pe- nerbitan jurnal dan website. OJS meliputi semua aspek penerbitan jurnal, dari online pembuatan website jurnal hingga tugas ope-rasional seperti proses submisi penulis, peer-review, editing, publikasi, archives dan indeks jurnal. OJS juga membantu pengaturan aspek peng- guna dalam menyusun sebuah jurnal, termasuk menyimpan track hasil kerja editor, reviewer, dan penulis. Sistem ini bersifat fleksibel dan dapat diukur. Adanya sistem OJS sebenarnya sangat memudahkan dan meng- untungkan berbagai pihak baik penulis, editor maupun reviewer.

OJS menganut prinsip akses berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya di- maksudkan untuk membantu penerbitan jurnal, tetapi untuk men- demonstrasikan bagaimana cara mengurangi biaya penerbitan jurnal dan menyediakan pembaca dengan “akses terbuka (open access)”. Akan tetapi di lapangan sering menemui beberapa kendala terutama permasalahan teknis dari para penggunanya. Berikut beberapa permasalahan atau kendala yang dialami pada saat mengelola jurnal dengan sistem OJS.

Penulis

Pengenalan sistem OJS kepada para penulis dapat dikatakan “susah- susah gampang”, mengubah budaya lama ke budaya baru tidak semudah membalik telapak tangan, banyak diantara penulis yang terbiasa dengan sistem jurnal cetak, untuk pengiriman naskah jurnal cukup mengirim surel kepada pengelola dan tentu saja tidak sesuai dengan ketentuan dan gaya selingkung yang sudah disediakan, penulis juga tidak mensitasi jurnal yang ingin dituju, selain itu referensi yang digunakan tidak terbaharui (menggunakan jurnal dan buku yang terbit lebih dari 10 tahun). Rata-rata penulis enggan memperbaiki revisi dari para reviewer, sekali dikembali- kan akan lama sekali untuk mengirim kembali hasil revisi.

Editor

Permasalahan yang dihadapi editor cukup complicated, mulai dari kekakuan pengoperasian OJS karena belum terbiasa, susahnya mencari naskah dari luar lembaga, proses editing yang membutuhkan waktu lama hingga proses penerbitan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tidak semua artikel yang masuk sesuai dengan ketentuan, baik gaya selingkung maupun substansi. Apabila berkaitan dengan substansi, maka akan dikembalikan untuk direvisi. Permasalahan selanjutnya adalah permasalahan “pribadi”, jurnal yang kami kelola terdiri dari editor in chief dan tiga editor, kesemuanya adalah dosen. Kesibukan para editor ini yang menyebabkan, kurang maksimalnya pengelolaan jurnal yang pada akhir- nya semua ditangani oleh editor in chief. Karena hal ini editor menjadi kurang termanfaatkan dengan baik.

Reviewer

Permasalahan klasik yang banyak dialami oleh pengelola jurnal salah satunya jurnal yang kami kelola adalah lamanya artikel macet di reviewer. Kesibukan para reviewer yang luar biasa yang membuat proses review memakan waktu yang cukup lama. Editor harus rajin menanyakan kepada reviewer. Permasalahan selanjutnya adalah reviewer tidak terbiasa meng- gunakan sistem OJS sehingga proses review dilakukan tidak melalui sistem.

Beberapa permasalahan di atas pada dasarnya lebih karena belum terbiasa dengan sistem online. Sesuai judul yang ditulis “New Born di Dunia Per-OJS-an”, ibarat kata penulis dan tim pengelola seperti bayi baru lahir yang berupaya belajar sedikit demi sedikit dan bertahap. Harapan kami dapat menggiatkan publikasi di penjuru negeri.

New Born di Dunia Per-OJS-an

Post navigation