ID. 021-24022018-190935-016-04


Saya dapat informasi tentang rekrutmen RJI dari seorang teman (yang juga akan mengikuti rekrutmen) di grup WhatsApp. Ketika itu saya meminta dia untuk mendaftarkan saya, karena saya masih sibuk. Tetapi kemudian dia membalas bahwa pendaftaran harus pribadi melalui kontak. Dia memberikan tautan tentang RJI. Saya pun membuka link yang dia berikan dan mulai mencari info tentang rekrutmen. Cukup sulit saya mencarinya karena cukup banyak fitur yang ada di laman tersebut, ditambah dengan rutinitas saya melayani banyak staf yang berkonsultasi.

Saya mengakhiri satu hari dengan frustasi dan mengirim pesan kepada teman tersebut, “sulit juga mau jadi relawan”, kata saya waktu itu. Setelah beberapa hari berselang, saya termotivasi untuk kembali berselancar di laman RJI. Dan ya, saya lihat tulisan Training of Trainer RJI di Yogyakarta. Saya menjadi bersemangat karena rentang waktu tersebut saya agak lowong. Saya menemukan formulir pendaftaran pada laman tersebut dan mulai mengisi persyaratan.

Saya agak lega hari itu karena formulir terisi dengan lancar dan email notifikasi juga saya terima di hari yang sama. Berselang beberapa hari saya ketemu dengan staf (yang hari sebelumnya juga saya minta mengikuti ToT) dan ditanya apakah sudah mengerjakan tugas dari RJI. Saya cukup kaget dengan istilah “tugas” karena saya belum menjadi relawan. Saya menjadi lebih kaget lagi ketika membuka handphone dan menemukan lebih dari 500 pesan dari RJI dalam kurun dua hari.

Saya coba menenangkan diri dan mulai membaca 500 pesan dan mencari “tugas” yang dimaksud staf saya. Ohhh… Ternyata saya harus mengomentari jurnal relawan lain. Baiklah. Di sela-sela kesibukan, saya pilih satu jurnal yang ditayangkan dan mulai memberi komentar. Yap selesai. Tidak terlalu lama saya habiskan waktu karena saya terbiasa mengecek jurnal yang saya kelola dan memang jurnal yang saya berikan masukan masih banyak celahnya.

Kembali saya terkaget-kaget di hari berikutnya karena 500 pesan masuk dalam satu hari di WhatsApp Peserta Training RJI. Wah, handphone saya bisa error ini. Tetapi saya kembali menguatkan diri utk melihat-lihat pengirim pesan dan selintas membaca isi pesannya. Saya coba kuatkan diri setiap hari mengikuti dan menganalisis percakapan di grup tersebut. Di hari kelima saya menemukan bahwa ada beberapa orang yang sering muncul dan membagikan pesan-pesan yang sangat berguna. Saya kemudian sadar, orang-orang RJI ini merupakan relawan yang Rela Jadi Indonesia.

*Penulis adalah peserta TOT Relawan Jurnal Indonesia
Rela Jadi Indonesia

Post navigation