ID. 085-27022018-010201-066-02


Hidup segan mati tak mau”. Mungkin kata-kata itulah yang bisa mewakili sebagian besar para pengelola jurnal di Indonesia dan sudah familiar di telinga kita masing-masing, begitu pun kata-kata tersebut menghiasi pengalaman saya pribadi dalam mengelola jurnal di institusi kami. Bagaimana tidak saya diberi tanggung jawab untuk “memanaje” pengelolaan jurnal sebanyak 13 Jurnal tanpa bantuan staff. Fenomena tersebut terjadi karena di institusi saya pengelolaan jurnal masih berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dimana saya diberi tanggung jawab pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah yang salah satu tugas utamanya ialah pengelolaan jurnal. Pada dasarnya sebagai bentuk tanggung jawab di bidang itu saya tidak berkeberatan untuk melakukan tugas tersebut, namun yang menjadi problem ialah kemampuan saya untuk menghandle keberadaan jurnal- jurnal yang ada, yang seharusnya aktif dari tahun 2012 hingga tahun 2017 masih kebanyakan yang vakum dalam publikasinya.

Beberapa hal yang menjadi penyebab kevakuman publikasi di tempat saya ialah belum adanya sumber daya pengelola yang ada di prodi masing- masing. Selain itu artikel-artikel untuk mengisi setiap volumenya masih sangat kurang, sehingga publikasi dari terbitan di beberapa jurnal masih banyak yang “ngutang”. Sistem online yang dibangun dalam penerbitan jurnal sudah menggunakan OJS, namun masih kosong melompong. Setelah saya diberi tanggung jawab dan tugas khusus mengelola semua jurnal yang ada dan kemudian harus membayar lunas utang-utang tersebut, tentunya hal tersebut dengan “senang hati” harus diterima sebagai amanah, namun saya juga manusia biasa dengan pengalaman mengelola jurnal sebelumnya yang hamper dikatakan “tidak ada”. Pada perjalanannya tidak semua jurnal yang ada saya bisa selesaikan. Namun ada beberapa jurnal yang berhasil dibayar utangnya walaupun versinya masih cetak/print.

Dalam perkembangan selanjutnya saya berusaha untuk mencari tahu dan menghubungi teman-teman sejawat dalam masalah jurnal sampai saya harus melakukan benchmarking ke salah satu kampus di Makassar untuk belajar lebih mendalam mengenai tata kelola jurnal. Dalam pertemuan inilah saya kemudian bertemu dengan salah seorang pengurus Relawan Jurnal Indonesia (RJI) yang kemudian menjadi mentor hingga saat ini. Saya kemudian digabungkan dalam beberapa grup WhatsApp (WA) para pengelola jurnal dan salah satunya adalah grup WA RJI. Melalui grup inilah saya mendapat beberapa info terkait dengan tata kelola jurnal dan mengenai RJI sendiri. Hingga tibalah pada satu rencana kegiatan RJI yang akan dilaksanakan yakni MUNAS I RJI pada tanggal 6-7 Desember 2016 dan saya berupaya untuk ikut. Bak gayung bersambut, alhamdulillah saya bisa mendapatkan kesempatan itu dan mengikuti kegiatan tersebut yang  dilaksanakan  di  Universitas  Gadjah  Mada.  Sangat  senang  bias berkumpul dengan para pengelola jurnal seluruh Indonesia yang kalo tidak salah yang hadir pada saat itu berjumlah 300an pengelola jurnal seluruh Indonesia. Pada acara tersebut sangat banyak hal positif yang saya dapatkan secara pribadi baik dari segi materi maupun relasi. Hingga pada akhirnya Alhamdulillah pada Munas tersebut lahirlah kepengurusan RJI Pusat yang pertama yang secara resmi dibentuk.

Alhamdulillah selanjutnya saya ditujuk untuk mengkoordinir kepengurusan RJI untuk salah satu wilayah yang ada di Pulai Sulawesi dan kegiatan pertama kami ialah silaturahmi bagi para pengelola jurnal se Provinsi. Setelah kami di-SK-kan secara resmi sebagai pengurus RJI tingkat Provinsi kami langsung menyusun agenda untuk membuat kegiatan Workshop Tata Kelola Jurnal Eletronik. Alhamdulillah kegiatan tersebut sukses kami laksanakan pada19 Juli 2017.

Beberapa hal yang menjadi catatan selama perjalanan kami di RJI sangat beragam khususnya dalam pengelolaan tata kelola jurnal itu sendiri. Khusus di beberapa kampus yang ada di wilayah kami pengelolaan jurnal masih sangat banyak butuh bimbingan, “maklum” keterbatasan untuk tutor masih minim. Olehnya saya sangat bersyukur RJI bisa membaca itu sebagai sebuah kebutuhan di setiap wilayah sehigga RJI bisa membuat kegiatan ToT bagi para pengelola jurnal untuk dijadikan calon tutor di wilayah masing-masing. Secara pribadi dan mewakili pengurus RJI tingkat provinsi yang ada di wilayah kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada RJI yang hingga saat ini masih eksis dalam membantu teman-teman dalam pengelolaan jurnal di Indonesia. Semoga apa yang telah dilakukan bisa menjadi catatan amal jariyah di sisi Allah SWT Tuhan yang Mahakuasa, walaupun kami tahu perjuangan ini membutuhkan pengorbanan yang luar biasa dari segi waktu,tenaga dan pikiran teman-teman sekalian. Segala sesuatu diawalai dengan niat baik dan RJI telah melakukan itu, berkontribusi bagi bangsa lewat publikasi adalah bentuk betapa kita cinta terhadap negara ini. Jadilah terus teman bagi kami dalam mengawal niat suci kami beprestasi bagi negeri.

Salam berbagi, giatkan publikasi.

*Penulis adalah peserta TOT Relawan Jurnal Indonesia
Pengelola Jurnal: RJI Teman Berbagi

Post navigation