ID. 108-18032018-002634-082-01


Saya merupakan salah seorang pengelola jurnal yang berada di kawasan timur Indonesia. Pengelolaan jurnal ini baru sekitar dua bulan yang lalu saya emban dari perguruan tinggi saya, terkhusus diprogram studi tempat saya ditugaskan. Awal mula saya mencoba mencoba mengelola jurnal ini saya kebingungan. Kebingungan saya yang pertama adalah saya belum pernah sama sekali mengelola situs web berbasis OJS. Selama ini saya hanya memahami beberapa hal mendasar dalam situs web, khususnya yang berbasis WordPress atau Blogspot. Bermodal belajar sana sini dari internet, pelan-pelan saya memahami apa yang dimaksud dengan jurnal online berbasis OJS.

Kebingungan saya yang kedua adalah ketika saya mencoba mengganti tema di e-journal yang saya miliki. Saya tidak dapat mengganti tema sesuai tema yang saya inginkan, saya mencoba searching lagi akhirnya saya menemukan dua solusi yakni memasang tema harus melalui akses cpanel atau ftp server. Nah, kedua hal tersebut saya tentunya belum memiliki. Saya mencoba menghubungi manajer jurnal saya yang merupakan kepala Lembaga Penelitian, namun dia menyampaikan bahwa dia kurang mengetahui hal ihwal mengenai cara akses tersebut, kemudian saya mencoba meminta melalui Pusat Komunikasi dan Pangkalan Data di kampus saya namun menurut beliau mereka tidak dapat memberikan akses lagi karena sudah diberikan kepada salah seorang pengelola jurnal yang saat ini sedang melanjutkan studi di luar kota. Saya mencoba menghubungi pihak yang dimaksud namun tidak berhasil, SMS tidak dibalas, telepon pun tidak diangkat. Akhirnya saya menyerah dan menyampaikan masalah tersebut kepada ketua prodi saya.

Akhirnya Ketua Prodi saya memberi solusi yakni membuat rumah tersendiri di luar e-journal yang ada di kampus kami, namun nama domain kampus tetap sama. Setelah melalui proses yang panjang, hal ini akhirnya diluluskan oleh Kepala Lembaga Penelitian sekaligus Kepala Pengelola Jurnal dan segera dibuatkan di pangkalan data. Selang beberapa waktu saya akhirnya mendapatkan akses melalui ftp server, meskipun tidak mendapatkan akses ke cpanel jurnalnya saya berpikir bahwa ini mungkin bisa untuk dipakai sementara.

Selama dua minggu penuh saya membangun pondasi rumah jurnal prodi dibantu oleh beberapa teman. Namun nasib naas terjadi di minggu ketiga, web kampus dibajak oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Hal ini terjadi di tengah-tengah e-journal kami sedang mengumumkan penerimaan naskah untuk pertama kalinya. Walhasil kami semua yang sedang semangat-semangatnya untuk menyiapkan diri mengedit dan mengunggah naskah menjadi bimbang dan kebingungan.

Kami pada saat itu berpikir hal ini mungkin tidak akan berlangsung lama, mengingat Kepala Pusat Komunikasi kami merupakan salah seorang ahli IT terbaik di kota kami. Kami menunggu sehari dua hari namun tetap tiada kabar, seminggu kemudian kabar menyesakkan dadapun datang, semua data dan situs web yang kami telah persiapkan hancur dan hilang bak tertiup angin, kami mendapatkan kabar bahwa paling cepat dua minggu lagi baru akan selesai. Ibarat sebuah pepatah, jurnal kami layu sebelum berkembang. Demikian curahan hati kami di sebuah kota di timur Indonesia, semoga tidak terjadi pada pengelola jurnal lainnya.

*Penulis adalah peserta TOT Relawan Jurnal Indonesia
Layu sebelum Berkembang

Post navigation