Kesulitan menulis merupakan bagian dari masalah para peneliti maupun para dosen yang seharusnya itu menjadi bagian dari tugas pokok peneliti dan dosen. Hal ini seringkali dialami oleh sebagian besar rekan-rekan dosen, yang kenyataannya mereka melakukan pembimbingan terhadap mahasiswa, baik bimbingan akademik hingga pada bimbingan Tugas Akhir. Sehingga secara luas menjadi kenyataan yang sering ditemui di setiap kampus bahkan lembaga penelitian sekalipun yang sangat minim dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang seharusnya diterbitkan pada jurnal-jurnal yang ada.

Saat ini pemerintah sudah memberikan beberapa insentif kepada para peneliti dan dosen yang telah melakukan penelitiannya untuk memasuk- kan keluaran penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah baik secara nasional maupun internasional. Hal lain yang tidak lepas dari tugas pokok dosen khususnya telah diberikannya tunjangan sertifikasi dosen yang diterima secara rutin bagi dosen yang telah memenuhi beberapa kriteria sebagai dosen yang bersertifikasi. Didalamnya ada tentang penelitian yang telah diterbitkan di jurnal nasional maupun internasional bagi dosen dengan jabatan akademik lektor kepala maupun profesor. Sekalipun demikian masih terasa minim publikasi, terbukti bagi para pengelola jurnal baru, yang secara teknis masih meminta-minta naskah ilmiah dalam bentuk paper yang akan diterbitkan dalam jurnal nasional hingga internasional.

Dengan adanya insentif bagi dosen dan peneliti dalam menjalankan kewajibannya sebagai garda terdepan kemajuan bangsa segera disadari bahwa dosen dan peneliti adalah agen bangsa dalam memajukan ilmu dan pengetahuan dan diintegrasikan dalam bentuk tulisan yang bermakna secara ilmiah. Pada bagian lain yang terpenting adalah peran serta Perguruan Tinggi harus semakin peka dalam hal sebagai “jembatan” bagi para dosen peneliti untuk aktif dalam menulis karya ilmiah. Secara teknis

dapat dilakukan monitoring terhadap dosen peneliti, ketika hendak melakukan pelaporan kinerja para dosen dan peneliti di bawah koordinasi bagian penelitian dan pengabdian masyarakat dimana dosen dan peneliti berada. Sehingga aktivitasnya dapat diawasi apakah produktif terhadap penelitian hingga publikasi atau hanya sekedar menjalankan rutinitas pengajaran saja.

Ada baiknya Perguruan Tinggi dapat mengklasifikasikan dosen dengan target penelitian dan publikasi serta dosen yang hanya memiliki target hanya dalam pengajaran saja. Namun demikian tetaplah dipandang perlu bahwa dosen ketika mengajar kepada mahasiswa dan bukan dari hasil beberapa penelitian dan publikasinya seperti sayur yang disediakan hanya kuahnya saja. Dengan kata lain sebaiknya dosen yang mengajar merupakan bagian dari hasil penelitian dan tulisannya secara ilmiah pada beberapa media publikasi.

Pada beberapa kampus terkemuka di Jakarta dan sekitarnya serta beberapa kota besar lainnya telah memberlakukan dosen peneliti atau dosen spesialis yang tugas pokoknya melakukan penelitian, publikasi, sedangkan beban mengajar hanya dibebankan kurang dari 3 mata kuliah. Sehingga target Perguruan Tinggi dalam penelitian dan publikasi dapat lebih fokus. Pada bagian lain yang tidak kalah penting dan tidak terpisahkan dari rangkaian penelitian dan publikasi adalah pengelolaan jurnal ilmiah secara berkala yang baik. Dengan “memanfaatkan” situasi saat ini, dimana pemerintah sedang menggenjot kualitas dan kuantitas tulisan ilmiah baik secara nasional maupun internasional, hendaknya dapat menjadi salah satu solusi dalam “paceklik”nya karya ilmiah bagi para dosen dan peneliti dari Perguruan Tinggi di Indonesia.

Program-program sosialisasi sistem jurnal serta penulisan ilmiah yang baik hendaknya bertujuan untuk merangkul para dosen dan peneliti agar mau menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya secara baik dan benar. Yang pada akhirnya, kualitas dari jurnal juga ditentukan oleh tulisan yang berkualitas dari hasil penelitian dosen dan peneliti yang juga berkualitas.

 

‘Paceklik’ Naskah

Post navigation