Sebagai pengelola jurnal Program Studi yang pertama kali terbit tahun 2012 hingga sekarang terasa sangat menyenangkan walaupun terkadang menyesakkan dada. Saya baru bergabung dengan RJI tahun 2017 dan menemukan sebuah komunitas yang luar biasa. Ternyata yang saya alami banyak juga dialami oleh pengelola pengelola jurnal yang lain yang berasal dari baik institusi dan instansi pemerintah.

Sebagai pengelola jurnal. Banyak sekali pengalaman yang bisa diambil. Dari mulai merancang cover untuk pertama kali, menerima makalah dari para penulis. Pada awal terbit, kami hanya menerima tulisan dari dosen dalam kampus. Untuk edisi pertama yang kami terbitkan, berawal dari pembuatan ISSN, kami mendapatkan informasi bahwa untuk mengajukan ISSN kami harus membuat jurnal lengkap dengan minimal 5 makalah ilmiah di dalamnya. Kami pun berupaya untuk itu. Setelah semua lengkap kami datang ke gedung LIPI dan alhamdulillah tidak sampai 2 jam ISSN untuk Jurnal kami keluar.

Rasa bangga melihat cover edisi pertama jurnal kami dengan dibubuhi ISSN dan barcode di halaman belakang. Pada edisi berikutnya yaitu pada edisi kedua, kami mulai menerima makalah dari luar kampus kami. Penulis luar pertama yang memasukkan makalahnya berasal dari eksternal. Dengan berbekal pengetahuan kami yang belum seberapa, kami pun mencoba bertanya tanya kepada dosen senior agar bersedia mem- bimbing kami dalam hal mereview isi dari makalah ilmiah yang masuk ke jurnal kami.

Jurnal kami terbit pada bulan Juni dan Desember. Untuk proses editing, hemmmm… –jangan ditanya– walaupun jurnal kami berlatar belakang teknologi dan komputer, makalah yang masuk ke kami lumayan susah. Dalam artian susah diedit. Hal ini dikarenakan, menurut mereka kami bisa semua. Mereka hanya mengirimkan paper mentah alias paper yang tidak mengikuti petunjuk dari jurnal kami. Walaupun di dalam jurnal perdana kami telah diberikan petunjuk penulisannya. Pada awal edisi, kami memberikan beberapa jurnal ke universitas lain dengan harapan agar beberapa teman dosen bersedia memberikan kontribusi untuk jurnal kami.

Dengan berbekal pengetahuan yang semakin diasah, kami pun melangkah maju dengan selalu konsisten mengeluarkan terbitan edisi edisi yang baru. Hingga sekarang kami sudah melakukan terbit edisi Volume 6, No 2 Desember 2017. Kami pun terus mengembangkan diri dengan  belajar  dan  mengikuti  tren  dari  kondisi  perjunalan  Indonesia. Kami sudah mendaftarkan jurnal kami ke dalam ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional Ristekdikti). Sejak tahun 2017 kami pun sedang mencoba membuat OJS.

Semakin menyenangkan, dikarenakan program studi lain di kampus kami masih mempercayakan jurnalnya pada kami dari Fakultas Teknologi Industri. Makalah yang ada di  dalam  jurnal tersebut  bersifat lebih menantang dikarenakan dosen yang mengirimkan makalah merupakan dosen senior yang tidak rajin mengedit file dokumen. Belum lagi susah diedit, mereka pun terkadang tidak mau mengerti dengan waktu cetak. Namun dengan berjalan waktu, kami dapat selalu konsisten untuk membuat kedua jurnal ilmiah tersebut terbit tepat waktu.

Satu yang dapat dipelajari dari pengelola jurnal, melakukan hal yang kita sukai merupakan pekerjaan yang paling menyenangkan. Tidak ada hal yang menguntungkan dari mengelola jurnal dalam hal finansial, namun saya yakin dengan kesukaan saya untuk mengelola jurnal dapat membuat saya belajar dan terus belajar menulis dan semakin mengerti cara menulis dengan baik dan benar.

Kami bersyukur karena dapat diberi kesempatan untuk mengenal Relawan Jurnal Indonesia, selain mendapatkan teman baru yang berasal dari  seluruh Indonesia, saya merasakan semangat  yang luar biasa dari teman-teman pengelola jurnal yang lain.

 

Mengelola Jurnal, Proses Belajar

Post navigation