Judul di atas saya tulis berdasarkan satu kata bijak yang selalu menjadi acuan aktivitas saya sehari-hari, yaitu “Orang sukses tidak akan pernah mengeluh bagaimana akan gagal, tetapi bagaimana untuk berhasil”. Kata bijak tersebut, saya coba deskripsikan sebagai pengalaman keberhasilan dalam pengelolaan jurnal di kampus. Pengalaman mengelola jurnal telah saya tekuni sejak masih di bangku kuliah S1 di tahun ke-4, tepatnya pada tahun 2001. Saat itu, Kepala Laboratorium meminta saya untuk membantu mengedit jurnal. Terutama dalam hal edit artikel, tampilan, template, format, dan lain sebagainya. Padahal saya tidak memiliki keahlian menggunakan komputer dan termasuk orang yang gagap teknologi. Peralatan komputer belum banyak dan masih belum canggih. Sampai akhirnya menjadi seorang dosen, saya telah menekuni jurnal kurang lebih 18 tahun. Pertama kali mengenal jurnal hanya berupa jurnal cetak, belum seperti saat ini yang telah menjadi jurnal online. Begitu juga dengan perangkat komputer yang masih dikatakan ‘tradisional’ karena belum canggih dari segi teknologi.

Namun demikian, dengan modal keahlian seadanya, saya berusaha belajar melalui komputer tersebut untuk membuat tampilan jurnal supaya lebih baik. Tampilan yang dibuat pun selalu tidak konsisten dan berubah- ubah sehingga ketika akan dicetak, jurnal menjadi agak hambar untuk dilihat. Pernah saya mengikuti kursus komputer selama satu semester. Kursus microsoft word, excel dan powerpoint, saya lakukan di sela waktu kuliah. Melalui kursus tersebut, pemahaman tentang aplikasi komputer pun lambat laun mulai meningkat. Hal ini berimplikasi pada pembuatan jurnal sehingga tampilan dan format jurnal lebih baik dan konsisten. Jurnal cetak di jurusan yang saya kelola, lahir sejak tahun 1998. Namun di tengah jalan, selalu terkendala sehingga bisa dikatakan jurnal tersebut seperti ‘hidup segan mati tak mau’. Permasalahan itu antara lain tidak adanya dukungan, misalnya: staf dan pendanaan. Ketiadaan staf menjadikan saya harus bekerja sendiri dalam menuntaskan penerbitan jurnal cetak setiap tahun. Kendala lain berupa dana yang minim, baik dari jurusan maupun fakultas.

Pada saat itu, penerbitan artikel hanya sebatas kepentingan untuk bahan kenaikan pangkat para dosen di kampus. Artinya, artikel yang diterbitkan belum memiliki aturan ketat seperti saat ini. Pada tahun 2007, LIPI meminta supaya jurnal yang saya kelola diperbarui karena sering mengalami kevakuman penerbitan. Namun demikian, permasalahan penerbitan jurnal cetak terus berlangsung hingga munculnya pengelolaan jurnal online berbasis Open Journal System atau OJS. Berdasarkan kebijakan Dikti, jurnal cetak tidak diwajibkan lagi. Pada tahun 2014, saya mendaftarkan jurnal ke LIPI untuk mendapatkan ISSN online. Ternyata keberadaan jurnal berbasis OJS juga memunculkan masalah baru. Gagap teknologi terkait aplikasi mulai terulang kembali. Pertama kali menggunakan OJS terasa begitu sulit. Apalagi saat itu sosialisasi atau pelatihan mengenai OJS belum ada sehingga diperlukan keahlian otodidak dalam menggunakan aplikasi tersebut. Bahan-bahan dan rujukan tentang OJS di dunia maya pun masih sedikit sehingga muncul masalah tersendiri bagi saya dalam mengelola jurnal secara online. Selama satu tahun sejak munculnya OJS, saya mencoba terus-menerus menekuninya. Sejak banyak penulis IT yang membuat artikel juga buku tentang OJS, bahan untuk belajar OJS pun bertambah.

Akhirnya, ketekunan mempelajari jurnal berbasis OJS berbuah manis. Dalam hal pengelolaan, sudah tidak begitu sulit. Namun demikian, permasalahan klasik masih tetap ada, yakni tentang kesejahteraan pengelola jurnal. Saya telah lama menekuni jurnal cetak dan online. Semua saya lakukan secara sukarela karena hobi. Sampai saat ini, saya semakin cinta pada jurnal yang saya kelola, seperti pepatah bijak: ‘memiliki impian adalah keharusan karena impian merupakan jalan penentu. Kita akan melangkah untuk menuju kesuksesan dan akhirnya kita berani mewujudkan impian tersebut melalui kerja keras, berusaha, gigih, dan selalu sabar’. Senang sekali ketika dapat mewujudkan impian, yakni menjadikan jurnal yang saya kelola terindeks oleh lembaga yang bereputasi, seperti DOAJ. Insyaallah tahun ini, jurnal yang saya kelola terakreditasi oleh Ristekdikti.

 

Keterpaksaan Gagap Teknologi, Berbuah Cinta terhadap Jurnal

Post navigation