Artikel dan jurnal, kata-kata ini menjadi sangat lekat dalam keseharian saya ketika awal menginjakkan kaki di kampus ini. Selama ini hanya mendengar dari orang-orang sekitar yang mulai sibuk mencari-cari jurnal, bukan saja untuk sekedar jadi bahan bacaan sebagai penunjang studi mereka, akan tetapi untuk persiapan tugas akhir. Masih belum terbayang bagi saya pribadi, kenapa? Karena studi lanjut saya di Semarang ini lintas jurusan, sehingga banyak sekali hal yang harus saya pelajari. Akan tetapi, sejak saat itu di benak saya sudah terbiasa dengan artikel dan jurnal. Saya bertekad dalam diam, saya harus paham hal ini, minimal tahu seperti apa dan bagaimana proses sebuah artikel dan jurnal.

Dosen pembimbing yang sangat saya kagumi, mengharuskan bimbingannya untuk mencari artikel di jurnal-jurnal, tidak seperti dosen- dosen lain yang memberi kelonggaran pada mahasiswa bimbingannya, tidak tanggung-tanggung beliau meminta 10 (sepuluh) artikel, baik itu yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris. Saya yang tergolong newbie, tetapi kembali lagi pada tekad saya semula, mungkin ini saat yang tepat bagi saya untuk memulai, mengenal lebih dalam, dalam diam saya mencari-cari artikel-artikel sesuai scope keilmuan saya.

Sekembalinya saya ke kampung halaman, saya mendapat informasi workshop pengelolaan jurnal yang diselenggarakan oleh RJI Korda NTB, tanpa berpikir lama-lama langsung saja saya mendaftarkan diri dan alhamdulillah pucuk dicinta, dari pihak kampus-pun menugaskan saya untuk mengikuti workshop tersebut, dengan harapan selesai workshop dapat membantu mengelola jurnal kampus yang sedang dalam masa peralihan dari jurnal cetak ke jurnal online. Saat kegiatan berlangsung saya mendengar bahwa akan diadakan Training RJI bagi pengelola jurnal di Yogyakarta, dengan berbekal pengetahuan yang belum banyak dan semangat yang membara saya mencoba menghubungi Korda NTB dan mendaftarkan diri sebagai peserta.

Tidak sampai disini, kembali saya dihadapkan pada persoalan untuk mengurus jabatan fungsional, semua berkas dan persyaratan saya lengkapi, namun kembali lagi saya bertemu dengan permasalahan “jurnal”, artikel tugas akhir saya belum diterbitkan pada jurnal manapun, panik, saya mencari informasi-informasi jurnal yang bisa terbit dalam waktu dekat. Namun, hampir saja saya “tertipu” oleh oknum pengelola jurnal yang mengaku bahwa jurnal mereka sudah online, open access dan sedang dalam masa transisi dari OJS 2 ke OJS 3. Padahal kenyataannya, setelah saya cek laman jurnal yang diberikan tidak bisa dibuka dengan keterangan “jurnal ini saat ini tidak menerima registrasi pengguna”, tetapi saya tidak sampai disitu saja, saya cek lagi terkait ISSN-nya, ternyata ISSN nya masih berupa media cetak, sangat disayangkan. Astaghfirullāh, hampir saja saya “kehilangan” artikel hasil jerih payah saya selama berbulan- bulan.

Syukur alhamdulillah, dalam diam, tidak henti-hentinya saya bersyukur dengan takdir yang Allah SWT berikan kepada saya, sangat indah cara-nya mempertemukan saya dengan RJI sebagai media pembelajaran untuk mengupas, memperdalam dan memproses tata kelola jurnal, walau pengetahuan saya tentang jurnal masih sangat minim, akan tetapi sangat bermanfaat bagi saya pribadi. Saya teringat dengan azam saya, saya tidak mau tanggung-tanggung lagi, tidak ingin orang lain yang memiliki kemampuan literasi yang sangat bagus akan mengalami hal seperti saya, dengan apa yang saya miliki walau hanya semangat yang tinggi saja dulu, saya bertekad untuk benar-benar bekerja, berbagi, dan bergiat dalam literasi.

 

Belajar dalam Diam

Post navigation